Kontak Customer Service

Mh.Shodiq (089680708282) dan Mutia (089668981114)

Hari dan Jam Kerja :

Jam Kerja Senin-Sabtu, Pukul 08:00 – 16:00 WIB

Telpon :

089680708282 / 089668981114

Whatsapp :

089680708282 / 089668981114

BB Messenger :

D4A6D2FA / D42902C8

Email :

membukabatin@gmail.com

SMS :

081328131411 / 085784305056

Hukum Memakai Batu Cincin Bagi Kaum Laki-Laki

KUMPULAN ARTIKEL » Hukum Memakai Batu Cincin Bagi Kaum Laki-Laki

Pengertian cincin sendiri mempunyai banyak makna, cincin bisa diartikan perhiasan yang biasanya dipakai pada bagian jari manis tangan kanan maupun kiri ada juga bagian lainnya. Ada pula yang mengartikan penggunaan cincin dipakai hanya sekedar aksesoris hiasan pada jari hanya agar terlihat lebih cantik dan mungkin agar terlihat berwibawa.

Namun, di sisi lain cincin juga mempunyai arti yang lebih sakral yakni dipergunakan hal lainnya seperti cincin pertunangan dan pernikahan. Dari kedua nya mempunyai arti tersendiri yakni sebagai ikatan batin dan sebagai tanda ikatan resmi suatu hubungan yang telah dijalani

Penggunaan cincin merupakan tradisi yang sudah dilakukan dari zaman dahulu, biasanya dalam langkah menjalani hubungan pernikahan yang sah, dalam tradisi selalu diawali dari tukar cincin maksudnya diadakannya pertukaran cincin antara laki-laki dan perempuan sebagai calon pengantin.

Cincin yang disediakan pun bermacam-macam bentuk, ada cincin yang dari emas, perak, monel, ada yang berukir tanda nama masing-masing, ada yang di berikan mata cincin menggunakan batu akik dan sebagainya. Dan permasalahan nya, jika cincin biasanya secara tradisi digunakan dan dipakai pertunangan / pernikahan antara laki-laki dan perempuan.

Jika perempuan memang sudah di hukum kan boleh memakai perhiasan apa pun itu, lalu bagaimana dengan laki-laki apakah boleh memakai perhiasan yaitu sebuah cincin, dan bagaimana jika cincin tersebut terdapat batu akik nya, bolehkah?

Menurut agama islam sendiri, memakai cincin yang ada batu nya bagi laki-laki maupun wanita hukumnya adalah boleh, berdasarkan beberapa hadits yang menyatakan bahwa Nabi juga pernah memakai cincin yang ada batu cincinnya, berikut diantara hadits –hadits tersebut :

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ خَاتَمُهُ مِنْ فِضَّةٍ وَكَانَ فَصُّهُ مِنْهُ

“Sesungguhnya cincin Rasulullah saw terbuat dari perak dan batu cincinnya juga terbuat darinya (perak)” (Shohih Bukhori, no.5870)

كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ وَرِقٍ، وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا

“Cincin Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam terbuat dari perak, dan batu cincinnya berupa batu habasyah” (Shohih Muslim, no.2094)

 

Para ulama’ menyatakan bahwa maksud dari hadits yang kedua tersebut adalah bahwasanya batu cincin Nabi terbuat dari jenis batu akik dari tanah Habasyah, sedangkan menurut sebagian ulama’ lainnya, batu cincin itu berwarna hitam.

Batu cincin tersebut boleh diletakkan diluar telapak tangan atau dibagian dalam telapak tangan. Diantara sahabat Nabi yang menempatkan batu cincin dibagian luar telapak tangan adalah Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu, namun yang lebih utama (afdhol) adalah menempatkan batu cincin tersebut dibagian dalam, karena mengikuti cara pemakaian yang dilakukan Nabi, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu ;

 اتَّخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ، ثُمَّ أَلْقَاهُ، ثُمَّ اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ، وَقَالَ: «لَا يَنْقُشْ أَحَدٌ عَلَى نَقْشِ خَاتَمِي هَذَا»، وَكَانَ إِذَا لَبِسَهُ جَعَلَ فَصَّهُ مِمَّا يَلِي بَطْنَ كَفِّهِ، وَهُوَ الَّذِي سَقَطَ مِنْ مُعَيْقِيبٍ فِي بِئْرِ أَرِيسٍ

“Nabi shollallohu 'alaihi wasallam pernah memakai cincin dari emas, lalu membuangnya. Kemudian beliau memakai cincin dari perak yang terpahat di atasnya tulisan; 'Muhammad Rosululloh.' Beliau bersabda: "Seorangpun tidak boleh memahat tulisan pada cincin seperti yang ada pada cincinku ini. Dan beliau apabila memakainya beliau meletakan mata cincin tersebut di bawah telapak tangannya. Cincin itulah yang akhirnya jatuh ke dalam sumur Aris”. (Shohih Muslim, no.2091)

Jadi, kesimpulan hadits diatas adalah boleh memakai cincin bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, catatan yang perlu di ketahui dalam agama islam adalah laki-laki boleh memakai cincin bermata batu ataupun tidak, tetapi laki-laki tidak boleh memakai cincin yang terbuat dari emas.

Bagi Anda yang berminat memiliki batu mulia / batu akik asli dan bertuah tinggi. Silakan dapatkan di www.batumulia123.com.

CUSTOMER SERVICE

Customer Service I (Mh.Shodiq)

Telp / SMS:

089 680 708 282 / 081 328 131 411

WA / Line :

089 680 708 282

BB Mesengger

D4A6D2FA

Customer Service II (Mutia)

Telp / SMS:

089 668 981 114 / 085 784 305 056

WA / Line :

089 668 981 114

BB Mesengger

D42902C8