Inilah Bentuk Cincin Batu Mulia Rasulullah saw

KUMPULAN ARTIKEL » Inilah Bentuk Cincin Batu Mulia Rasulullah saw

Bukankah Rasul saw juga memakai cincin yang dipakai di salah satu jari nya? Namun cincin apakah itu? Dalam beberapa hadits membenarkan bahwa Nabu Muhammad saw memakai cincin batu akik. Akan tetapi, bahan apa yang digunakan Rasul untuk dijadikan cincin? Apakah terbuat dari emas atau kah perak?

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata bahwa “cincin Rasulullah saw terbuat dari perak dan batu (cincin) nya adalah batu Habasyi.” (HR. Muslim)

Adapun bentuk cincin Rasulullah saw sebagaimana disebutkan Ibnul Qoyyim bahwa sekembalinya beliau saw dari Hudaibiyah kemudian beliau saw menulis surat kepada para Raja di bumi yang dibawa oleh para kurirnya. Tatkala beliau hendak menulis surat kepada raja Romawi maka dikatakan kepadanya saw “Sesungguhnya mereka tidak akan membaca suatu surat kecuali apabila dibubuhi tanda (stempel)”.

Maka beliau saw menjadikan cincinnya yang terbuat dari perak yang diatasnya terdapat ukiran terdiri dari tiga baris. Muhammad pada satu baris, Rasul pada satu baris dan Allah pada satu baris. Beliau pun menyetempel surat-surat yang dikirimkan kepada para raja dengannya serta mengutus 6 orang pada satu hari di bulan Ramadhan tahun 7 H.

Di jari Apa Beliau saw Mengenakannya ?

dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Muhammad bin Ishaq berkata “Aku menyaksikan ash Shalt bin Abdullah bin Naufal bin Abdul Mutthallib mengenakan cincin di jari kelingking kanan”, Maka aku mengatakan “Apa ini ? ” dia menjawab “Aku pernah melihat Ibnu Abbas mengenakan cincinnya seperti ini dan menjadikan batu cincinnya dibagian luarnya”. Dia mengatakan “Tidaklah Ibnu Abbas meyakini hal itu kecuali dia menyebutkan bahwa Rasulullah saw mengenakan cincinnya seperti itu”. (HR. Abu Daud)

Adh Dhaya’i juga mengeluarkan hadits Qatadah dari Anas berkata bahwa “aku melihat putihnya cincin Nabi saw di jari kirinya.” Dan orang-orang didalam sanad hadits ini bisa dijadikan argumentasi didalam keshahihanya. At Tirmidzi juga mengeluarkan hadits Abi Ja’far Muhammad dari bapaknya berkata “Hasan dan Husein mengenakan cincin di tangan kirinya.” Dan dia mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Dari beberapa riwayat hadits diatas tampaklah bahwa ada riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah saw mengenakan cincin pada jari kelingking kanannya namun ada juga riwayat yang menyebutkan pada jari kelingking kirinya.

Para ulama berbeda pendapat di dalam menggabungkan hadits-hadits yang berbeda tersebut. Ada diantara mereka yang menyamakan kedua hal tersebut, artinya cincin itu bisa dikenakan di jari kanan atau kiri. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa pada awalnya Rasulullah saw mengenakan cincin pada tangan kanan namun kemudian beliau saw memindahkannya ke tangan kiri.

Adapun pendapat Imam Nawawi didalam Syarh Muslimnya menyebutkan bahwa ijma’ para fuqaha membolehkan pengenaan cincin pada tangan kanan dan pada tangan kiri serta keduanya tidaklah dimakruhkan. Mereka berbeda pendapat tentang yang paling utama karena banyak para ulama salaf mengenakan cincin di tangan kanan dan banyak pula di tangan kiri. Malik menganjurkan untuk dikenakan ditangan kiri dan memakruhkan pengenaannya di tangan kanan. Sedangkan didalam madzhab mayoritas muslim di Indonesia  (Syafi’i) bahwa tangan kanan lebih utama karena ia adalah hiasan sedangkan tangan kanan lebih mulia dan lebih berhak untuk perhiasan dan kemuliaan.

Cincin Emas atau Perak

Pada awalnya Rasulullah saw mengenakan cincin yang terbuat dari emas namun setelah ada pelarangan pengenaan emas bagi kaum laki-laki maka beliau pun membuangnya dan tidak mengenakan lagi cincin yang terbuat dari emas selama-lamanya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bahwasanya Rasulullah saw pernah membuat cincin dari emas dan menjadikan batu cincinnya berada dibagian dalam telapak tangannya. Karena beliaua memakai cincin, maka para sahabat beliau juga ikut memakai cincin.. Kemudian beliau saw duduk diatas mimbar dan melepasnya seraya bersabda “Sesungguhnya aku mengenakan cincin ini dan menjadikan batu cincinnya dibagian dalam, maka beliau saw melemparnya dan mengatakan, Demi Allah aku tidak akan mengenakannya selama-lamanya. Maka manusia yang menyaksikannya saat itu pun membuang cincin mereka.” (HR. Muslim)

Imam Bukhori meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw mengenakan cincin yang terbuat dari perak dan diukir ditasnya (tulisan) Muhammad Rasulullah. Dan beliau saw mengatakan,’Aku telah mengukir diatasnya Muhammad Rasulullah, maka janganlah salah seorang mengukirnya (seperti ukiran Muhammad Rasulullah).”

Imam Nawawi menyebutkan bahwa kaum muslimin telah bersepakat dibolehkan mengenakan cincin dari perak bagi kaum laki-laki, namun sebagian Ulama Syam dahulu pernah memakruhkan pengenaannya selain oleh orang yang memiliki kekuasaan, mereka menyebutkan suatu atsar dimana atsar ini agak aneh dan tertolak.

Al Khottobi mengatakan bahwa cincin perak makruh dikenakan oleh kaum wanita karena ia merupakan simbol kaum laki-laki. Dia mengatakan,”Apabila seorang wanita tidak mendapatkan cincin dari emas maka celuplah dengan warna kuning dari kunyit atau yang menyerupainya.” Dan pendapatnya ini pun lemah atau batil tidak tidak memiliki landasan. Yang benar adalah tidaklah makruh bagi seorang wanita mengenakan cincin dari perak.

Jadi cincin emas ataupun perak boleh dipakai oleh wanita, sedangkan pria hanya boleh memakai cincin perak atau selain emas. Dan boleh juga memakai cincin perak dengan ada Batu Mulia atau akiknya.

Bagi Anda yang ingin menggunkan batu mulia bertuah, silakan dapatkan di www.batumulia123.com